Diperlukan waktu lebih dari 20 menit bagi hewan untuk mati, dan paus serta lumba-lumba menanggung kengerian melihat kerabat mereka terbunuh di depan mereka.
Sea Shepherd adalah kelompok aktivis yang menentang grindadrap sejak 1983. Kemudian, tahun 2016 Sea Shepherd UK meluncurkan ‘Operasi Bloody Fjords‘ dengan tim darat yang dikirim ke pulau-pulau setiap tahun untuk menyelidiki, mendokumentasikan, dan mengekspos perburuan biadab kepada dunia agar orang Faroe menghentikan grindadrap.
Tahun 2020 tidak ada perburuan saat kru Sea Shepherd UK berpatroli pada bulan Agustus dan September. Biasanya pada bulan itu merupakan puncak perburuan grindadrap. Perburuan cetacea terjadi pada bulan lainnya.
Selain paus pilot, orang Faroe berburu empat spesies cetacea seperti Lumba-lumba Sisi Putih Atlantik, Lumba-lumba Hidung Botol, Lumba-lumba Risso, dan Paus Hidung Botol Utara.
Sumber:
https://www.mirror.co.uk/news/world-news/waters-turn-red-after-hundreds-24506464
https://www.seashepherd.org.uk/





Komentar tentang post