“Saat dunia tenggelam dalam sampah, umat manusia harus bertindak,” kata Sheila Aggarwal-Khan, Direktur Divisi Industri dan Ekonomi UNEP.
“Kami memiliki solusi untuk mengatasi krisis pencemaran limbah. Kami hanya memerlukan komitmen, kolaborasi, dan investasi dari pemerintah, dunia usaha, dan individu untuk menerapkannya.”
4. Mengurangi Penggunaan Sumber Daya Dalam Produk
Penggunaan bahan mentah meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam 50 tahun terakhir, yang mendorong perusakan ruang alam dan memicu krisis tiga planet yaitu perubahan iklim, hilangnya alam dan keanekaragaman hayati, serta polusi dan limbah.
Produsen dapat mengikuti standar desain ramah lingkungan yang ditentukan secara nasional untuk mengurangi penggunaan energi dan sumber daya sekaligus meminimalkan bahan kimia berbahaya dalam produksi.
Standar-standar ini juga memastikan produk tahan lama, dapat diperbaiki, dan didaur ulang saat digunakan.
Hal ini harus menjadi bagian dari upaya yang lebih besar untuk merancang produk melalui apa yang dikenal sebagai pendekatan siklus hidup. Ini mencakup pengurangan penggunaan sumber daya dan emisi terhadap lingkungan di seluruh tahap kehidupan produk, mulai dari produksi hingga daur ulang.
5. Menindak Polusi Plastik
Plastik umumnya digunakan dalam produk elektronik, tekstil, dan produk sekali pakai. Sekitar 85 persen botol, wadah, dan kemasan plastik sekali pakai berakhir di tempat pembuangan sampah atau salah kelola. Plastik tidak terurai. Plastik berkontribusi terhadap dampak kesehatan yang besar karena mikroplastik menyusup ke sumber makanan dan air.




