Selain menghapuskan penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan pengelolaan sampah, membangun sistem pemantauan dan pelaporan global dapat membantu mengakhiri polusi plastik.
6. Menangani Limbah Berbahaya
Bahan kimia lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari – barang elektronik mengandung merkuri, kosmetik mungkin mengandung timbal, dan bahan pembersih sering kali mengandung polutan organik yang persisten.
Limbah kimia dan berbahaya memerlukan pengolahan dan pembuangan khusus, namun beberapa pemerintah gagal memenuhi standar yang ditetapkan dalam konvensi Basel, Rotterdam dan Stockholm (BRS). Bahan kimia dan limbah berbahaya melintasi batas negara, baik tanpa izin maupun ilegal.
Pemerintah dapat berkomitmen terhadap perjanjian lingkungan multilateral (MEA), seperti konvensi BRS, yang melembagakan kerja sama antar pemerintah dan lintas sektoral melalui target dan rencana aksi yang mengikat.
Masyarakat dapat mendidik diri mereka sendiri tentang zat dan jenis limbah yang dibatasi atau dilarang berdasarkan MEA dan meminta pemerintah dan industri untuk menghapusnya dari pasar global.
7. Memikirkan Bagaimana Kota Dirancang dan Dikelola
Pada tahun 2050, 68 persen penduduk dunia diperkirakan akan tinggal di perkotaan. Berinvestasi pada bangunan hemat energi akan menghasilkan pengurangan konstruksi dan pembongkaran dalam jangka panjang, yang menghasilkan limbah dalam jumlah besar dan menyumbang 37 persen emisi gas rumah kaca.




