Selanjutnya, Freddy mengambil arah ke barat daya atau di utara Port Hedland, Australia Barat. Setelah terbentuk sebagai siklon tropis –bergerak secara umum ke barat dan barat-barat daya, hingga ke Madagaskar, Mozambik dan Zimbabwe.
Di Zimbabwe ternyata Freddy tidak punah di daratan Afrika. Sistem ini hanya berputar dan kembali ke Mozambik, selanjutnya memasuki Alur Mozambik (Mozambique Channel).
Tanggal 24 Februari, topan Freddy untuk pertama kalinya mendarat di kota pesisir Vilanculos, menyebabkan 10 orang tewas dan lebih dari 9.000 orang mengungsi.
Lebih dari 68.000 anak masih putus sekolah dan kemungkinan akan terpengaruh untuk kedua kalinya.
Direktur Save the Children’s di Mozambik, Brechtje van Lith, mengatakan kembalinya topan Freddy memicu kekhawatiran bahwa ini akan menjadi pengulangan Topan Idai, yang menewaskan lebih dari seribu orang di Afrika bagian selatan pada tahun 2019.
“Kami sangat khawatir dengan dampak topan dan hujan yang menyertainya, khususnya terhadap masyarakat. yang belum pulih sejak pertama kali mendarat bulan lalu,” kata Brechtje van Lith.
“Sekolah-sekolah dihancurkan di provinsi Inhambane dan komunitas petani kehilangan hasil panen mereka akibat banjir di provinsi Gaza. Beberapa tempat di provinsi Sofala dan Zambézia telah mengalami hujan selama sebulan dalam beberapa hari.”





Komentar tentang post