Mereka percaya bahwa kolaborasi antar media siber adalah kunci untuk bertahan di era disrupsi.
Dalam sebuah obrolan santai usai konferensi, Mursalin mengatakan bersama Muhlis tidak datang sebagai “penyelamat” atau “revolusioner”, tapi sebagai dua orang yang ingin bekerja keras demi memastikan media siber di Kalbar tetap relevan dan diakui.
“Kami sadar, tantangan ke depan akan makin berat. Tapi kami yakin, dengan solidaritas dan kerja sama, kita bisa lewati semua itu,” ujarnya.
Jalannya Konferensi
Konferensi III AMSI Kalbar berlangsung aman dan damai. Tak ada ricuh, tak ada gesekan tajam. Semua peserta tampak menghargai proses demokrasi yang dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Proses pemilihan diawasi ketat oleh panitia agar hasilnya benar-benar mencerminkan kehendak mayoritas anggota.
Acara dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.
Dalam sambutannya, Wagub Kalbar mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalbar siap mendukung eksistensi AMSI Kalbar sebagai wadah strategis bagi perkembangan media siber di daerah.
“Saya sangat mendukung AMSI. Selalu mensupport AMSI. Jangan pernah takut dalam menegakkan kebenaran, memberikan kritik saran kepada siapapun selagi benar,” ujarnya.
Krisantus berharap AMSI Kalbar menjadi wadah pembentukan ekosistem media yang sehat, edukatif, dan inovatif.




