Melalui fasilitasi pendanaan, nelayan Sebatik sudah mengakses pendanaan sebesar Rp 8.617.500.000 kepada 171 debitur hingga akhir Agustus. Sedangkan total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perikanan Tangkap Tahun untuk keseluruhan Kalimantan Utara mencapai Rp35.823.978.085 di Provinsi Kalimantan Utara untuk 1.508 nelayan.
“Permodalan nelayan melalui KUR ini mampu menghilangkan kendala-kendala bahwa nelayan kecil itu minim modal, minim sarana prasarana, dan lainnya. Kita pertemukan nelayan dengan perbankan, kita ubah pola berpikir mereka yang menganggap pengajuan modal dari perbankan itu rumit,” ujar.
Untuk semakin memudahkan akses nelayan terhadap permodalan, DJPT pada kesempatan yang sama juga meresmikan pojok pendanaan nelayan di SKPT Sebatik.
Menurut Zulficar, pojok pendanaan nelayan ini menjadi tempat bertemunya nelayan dengan penyuluh perikanan, petugas konsultan keuangan mitra bank (KKMB), Pendamping Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP), maupun dengan Account Officer lembaga keuangan dalam pendampingan proses pengajuan kredit sehingga permasalahan-permasalahan permodalan nelayan dapat diatasi.
“Kini nelayan tak perlu jauh-jauh lagi. Semua tersedia dan dapat diakses di SKPT,” katanya.





Komentar tentang post