Jumat, Maret 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Orca Hiu Paus

Hiu Paus, Terancam Karena Perburuan dan Ditabrak Kapal

redaksi
7 September 2019
Kategori : Hiu Paus
0
Hiu Paus, Terancam Karena Perburuan dan Ditabrak Kapal

Kasus hiu paus masuk dalam jaring Mei 2018 di Desa Lion, Kecamatan Posigadan, Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. FOTO: ADRIAN ADAM/FACEBOOK

HIU PAUS termasuk ikan yang berenang sangat lamban. Akibatnya, kapal yang melintas dapat menabrak hiu paus. Tabrakan ini dapat menyebabkan luka permanen hingga kematian.

Kasus-kasus yang menyebabkan populasi satwa ini berkurang dari tahun ke tahun, tercatat seperti pada 1990-an. Penangkapan hiu paus dengan menggunakan tombak dan jaring dilaporkan terjadi di beberapa negara seperti India, Pakistan, Taiwan, Indonesia, Filipina dan Maladewa.

Bahkan di Taiwan, penangkapan hiu paus berlangsung pada skala yang cukup besar, 250 sampai 300 ekor per tahun.

Bagian-bagian tubuh yang diperdagangkan seperti sirip, minyak hati, rahang, daging, perut, usus, tulang rawan dan kulit. Bahkan ada yang menggunakan hiu paus untuk melapisi lambung kapal agar menjadi anti air. Perburuan ini menyebabkan populasi hiu paus menurun.

Kasus-kasus hiu paus yang menonjol di Indonesia pada 2018, antara lain, terjadi di perairan Desa Lion, Kecamatan Posigadan, Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Di desa yang berada di pesisir Teluk Tomini dihebohkan dengan temuan seekor hiu paus masuk dalam jaring nelayan, pada Jumat 18 Mei 2018.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan dipastikan sudah mati, dilakukan pemotongan bangkai hiu paus ini. Pemotongan ini untuk menghindari bangkai hiu paus membusuk di pantai.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Hiu PausPerburuan PausRhincodon typus
Bagikan6Tweet3KirimKirim
Previous Post

Pekan Ini Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Kapal MV Nur Allya

Next Post

Nelayan di Perbatasan dan Pulau Terluar Mendapat Akses Permodalan

Postingan Terkait

Tren Memprihatinkan: 24 Hiu Paus Terdampar di Selatan Jawa dalam 3 Tahun

Tren Memprihatinkan: 24 Hiu Paus Terdampar di Selatan Jawa dalam 3 Tahun

10 Desember 2025
Nekropsi Temukan Udang Rebon dalam Lambung Hiu Paus, Indikasi Keracunan Muncul

Nekropsi Temukan Udang Rebon dalam Lambung Hiu Paus, Indikasi Keracunan Muncul

10 Desember 2025

Darilaut.id Menyematkan Tahun 2025 Rekor Baru Agregasi Hiu Paus di Perairan Botubarani

Ini Ciri dan Keunikan Paus Biru yang Muncul di Botubarani

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Kapal Pesiar MV Heritage Adventurer Berkunjung ke Gorontalo

“Perang” Iklan di Zona Interaksi Hiu Paus Gorontalo

Berbagai Iklan di Lokasi Wisata Hiu Paus Botubarani

Next Post
Nelayan di Perbatasan dan Pulau Terluar Mendapat Akses Permodalan

Nelayan di Perbatasan dan Pulau Terluar Mendapat Akses Permodalan

Komentar tentang post

TERBARU

Indonesia yang Berada di Dekat Garis Khatulistiwa Tak Lagi Aman Risiko Siklon Tropis

Ada Makhluk Hidup Terkecil di Balik Batu Kapur Gorontalo

Perkiraan ENSO Maret Hingga Mei 60%, La Nina 30%, El Nino 10%

Bibit Siklon Tropis 93S Menguat, 90S Melemah di Selatan Nusa Tenggara Timur

Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Tanggal 19 Maret 2026

Bibit Siklon Tropis 95W Terletak di Timur Laut Jayapura

AmsiNews

REKOMENDASI

Uji Coba Penerapan AIS Kelas B

Pekan Ini Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Kapal MV Nur Allya

Masih Pandemi, Covid-19 Belum Masuk Fase Endemi

Kasus Virus Corona Terus Meningkat di Seluruh Jepang

Dokter Spesialis di Indonesia Timur Sangat Terbatas

SS-1, Satelit Nano Buatan Indonesia Siap Mengorbit

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.