Minggu, Juni 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Nomura, Ubur-ubur Raksasa, Berat 200 Kilogram

redaksi
9 Januari 2019
Kategori : Berita
0
Nomura

Nomura, ubur-ubur raksasa sering terlihat di perairan Cina dan Jepang. FOTO: THE ASHAI SHIMBUN/ABC

UBUR-UBUR (Jellyfish) ada yang mencapai ukuran yang besar. Seperti Nomura. Ukurannya mencapai dua meter dengan berat 200 kilogram.

Nomura (Nemopilema nomurai) tergolong ubur-ubur terbesar di dunia.

Spesies ini diberi nama Nomura sebagai penghormatan kepada Direktur Jenderal Stasiun Percobaan Perikanan Prefektur Fukui Kan’ichi Nomura.

Pada awal Desember 1921 Nomura mengirim spesimen ini dalam tanki kayu 72 liter kepada Profesor Kishinouye.

Ubur-ubur Nomura hidup di perairan antara Cina dan Jepang, terutama di Laut Kuning dan Laut Cina Timur.

Tercatat, pada 2009, kapal ikan seberat 10 ton, Diasan Shinsho-maru, terbalik di Chiba Teluk Tokyo karena tiga nelayan berusaha mengangkat jaring yang berisi lusinan ubur-ubur Nomura. Ketiga nelayan ini kemudian diselamatkan kapal ikan lainnya.

Dulu, ubur-ubur ini hanya terlihat setiap 30 tahun sekali. Kini Nomura dapat terlihat setiap tahun.

Nomura kini bukan lagi menjadi cerita puluhan tahun dari seorang ayah kepada anaknya. Di abad 21, ubur-ubur ini muncul setiap tahun.

Populasi Nomura meningkat dalam 20 tahun terakhir. Alasan berkembangnya populasi ini setiap tahun, antara lain, lantaran perubahan iklim, penangkapan ikan berlebihan dan modifikasi pantai yang menambah substrat untuk pembuatan polip secara aseksual .*

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: JellyfishJepangNomuraUbur-ubur
Bagikan16Tweet9KirimKirim
Previous Post

Gejala Sengatan Ubur-ubur Irukandji

Next Post

Kapal Namse Bangzhod Hilang, TNI Angkatan Laut Lakukan Pencarian

Postingan Terkait

Guterres: Terumbu Karang Sekarat, Stok Ikan Runtuh dan Permukaan Laut Naik

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

7 Juni 2026
KSOP Muara Angke: Perhatikan Agar Sampah Tidak Berserakan

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

7 Juni 2026

Mahasiswa FMIPA UNG Bersih Sampah dan Transplantasi Terumbu Karang di Bone Bolango

66 Lulusan Profesi Ners UNG Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Next Post
Namse Bangdzhod

Kapal Namse Bangzhod Hilang, TNI Angkatan Laut Lakukan Pencarian

Komentar tentang post

TERBARU

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

Mahasiswa FMIPA UNG Bersih Sampah dan Transplantasi Terumbu Karang di Bone Bolango

66 Lulusan Profesi Ners UNG Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

AmsiNews

REKOMENDASI

“HELLO STROKE” Platform Kesehatan Digital Kerja Sama UNG dan Monash University

Pelabuhan Durban di Afrika Selatan Kembali Beroperasi

UNG Salah Satu PTN di Sulawesi yang Dapat Mengeluarkan Sertifikat PEKERTI

Tertinggi Sejak 2018, Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Gorontalo Meningkat

Mahasiswa UNG Lulus 100% Uji Kompetensi Profesi Dokter

Repatriasi 225 ABK Indonesia di Kapal Pesiar MSC Magnifica

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.