Dalam penyampaian ini, Kabasarnas didampingi ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dan perwakilan potensi SAR lainnya.
Kabasarnas meminta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga korban, jika selama pelaksanaan operasi SAR terdapat kesalahan atau kekurangan. Kabasarnas berdoa agar tim DVI dapat segera mengidentifikasi seluruh korban dari 196 kantong jenazah yang telah berhasil dievakuasi tim SAR.
Selain itu, Kabasarnas mendukung penuh tim KNKT yang masih melanjutkan operasi pencarian CVR. CVR ini bagian dari black box (kotak hitam) yang belum ditemukan. Black box yang sudah ditemukan tim SAR adalah Fligh Data Recorder (FDR).
Kabasarnas telah memperpanjang durasi operasi SAR dua kali, dikali tiga hari. Sesuai Standard Operating Procedure (SOP), operasi SAR dilaksanakan selama 7 hari.
Apabila, masih ada kemungkinan korban ditemukan, maka operasi ditambah 3 hari lagi. Selanjutnya, jika perpanjangan 3 hari tersebut masih kurang dan masih ada lagi tanda-tanda meyakinkan ditemukan korban, maka ditambah 3 hari.
Dalam pelaksanaan operasi hari ke-13 ini, tim penyelam yang beroperasi di tiga spot atau titik penyelaman, sudah tidak lagi menemukan bodypart korban di dasar covered area pencarian. Dalam operasi Sabtu hari ini, Basarnas mengerahkan 40 penyelam Basarnas Special Group (BSG).





Komentar tentang post