Mereka melakukan penyapuan dengan anchor point Kapal Baruna Jaya I pada radius 250 meter persegi. Alut yang digunakan meliputi 3 unit KN SAR (Sadewa, Basudewa, dan Rescue Boat 206), 4 Rubber Inflatable Boat (RIB) dan 4 LCR (perahu karet).
Sementara tim yang beroperasi di permukaan air, termasuk tim yang melakukan penyisiran dari Perairan Karawang hingga Tanjung Pakis juga nihil. Selama 13 hari, tim SAR telah berhasil mengevakuasi 196 kantong jenazah yang telah diberi label oleh tim DVI dan telah diserahkan ke RS Polri Kramat Jati.
Kabasarnas menyampaikan terima kasih, apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas sinergitas dan soliditas seluruh potensi SAR yang terlibat, mulai dari unsur TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, KNKT, BPPT, KKP, Bakamla, Pertamina, Bea Cukai, PMI, POSSI, Indonesia Diver Rescue Team (IDRT) dan seluruh stakeholder lainnya.
Secara khusus, Kabasarnas menyampaikan duka mendalam dan apresiasi kepada anggota IRDT Syahrul Anto (48 tahun) yang gugur saat membantu operasi pencarian. Selebihnya, Kabasarnas berharap, sinergitas dan soliditas itu akan terus berlanjut dalam tugas-tugas negara di masa yang akan datang.
Setelah konferensi pers, Kabasarnas mengumpulkan seluruh potensi SAR yang masih berada di posko seperti petugas TNI, Polri, PMI, tim Lion Air, KPLP, Pelindo, KSOP, Syahbandar, Bea Cukai dan lainnya di mushala Posko untuk sarasehan atau dialog.





Komentar tentang post