Layanan mandiri berbasis digital juga sudah tersedia di kantor-kantor desa di Banyuwangi, bahkan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan mencetak layanan seperti KTP dengan barcode.
Upaya ini termasuk menjadikan Banyuwangi masuk dalam smart network dunia bersama Jakarta karena infrastruktur yang dibangun di hingga ke desa-desa. “Kami dorong smart kampung berjalan baik, program digitalisasi ekonomi jadi lebih mudah, juga untuk penyebaran covid konsolidasi sangat cepat,” kata Anas
Berbasis teknologi, pariwisata berkembang lebih cepat. Libur akhir pekan hingga Tahun Baru, hunian hotel, homestay dan penginapan lainnya di Banyuwangi sudah penuh. Hal ini karena teknologi dan promosi pariwisata berbasis digital.
Sementara Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan mengatakan teknologi sangat penting dalam pemerintahan, untuk efektivitas sistem sistem pemerintahan dan meningkatkan layanan publik. Termasuk untuk menerima laporan-laporan dari masyarakat.
Pandemi Covid-19 memaksa pemerintah daerah melakukan digitalisasi sistem pemerintahan. “Tantangannya saat ini di Sulawesi Selatan baru 50-60 persen masyarakat yang bisa mengakses internet,” ujarnya.
Digitalisasi sistem pemerintahan masih membutuhkan penguatan skill dan integritas sumber daya manusia . “Karena secanggih apapun sistem, kalau tidak menaburkan benih-benih integritas tidak akan berjalan dengan baik,” ujarnya.





Komentar tentang post