Saat ini masih ada 7000-8000 desa yang harus dibangun infrastruktur digital ke depan. “Program itu yang akan dilakukan, harapannya bisa membantu seluruh rakyat Indonesia mendapatkan akses internet dengan menggunakan jaringan seluler di desa,” kata Hendri.
Hendri mengatakan pembangunan digital broadband akan memudahkan masyarakat pedesaan untuk akses informasi. “Sehingga Indonesia tumbuh dari desa akan bisa terealisasi,” ujarnya.
Pandemi Covid-19, kata Hendri, memberi nilai positif pada percepatan literasi digital. Proses digitalisasi ini bisa terjadi dengan perkembangan teknologi. Sejak pandemi Covid-19 hampir semua perkantoran melaksanakan kegiatan dari rumah.
“Selama pandemi terjadi perpindahan traffic dari business area ke perumahan,” kata Hendri.
Kondisi ini sempat membuat semua operator kalang kabut menggalang kapasitas karena kebutuhan yang cukup tinggi. “Biasanya di rumah akses internet digunakan mulai pukul 19.00. Tapi sekarang pertumbuhannya sangat tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan telah bekerja sama untuk menyediakan fasilitas akses internet wireless gratis, tidak hanya membangun jalan, jembatan, pelabuhan dan bandara. Sebanyak 189 desa telah terhubung dengan fiber optic.
“Seluruh desa sudah terhubung fiber optic, jadi proses pelayanan digital sudah masuk ke kampung-kampung,” ujar Anas.





Komentar tentang post