Rabu, Oktober 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ranjau dan Alat Peledak Terus Membunuh Ribuan Orang

redaksi
5 April 2026
Kategori : Berita
0
Ranjau dan Alat Peledak Terus Membunuh Ribuan Orang

Menemukan dan membersihkan ranjau. FOTO: UNMAS/UN

Darilaut – Ranjau, sisa-sisa bahan peledak perang, dan alat peledak rakitan terus menyebabkan kematian dan cedera, terutama dalam situasi konflik bersenjata.

Rata-rata, satu orang tewas atau terluka oleh alat peledak semacam itu setiap jam. Banyak anak-anak termasuk di antara para korban.

Penggunaan alat peledak rakitan telah meluas, meneror warga sipil dan mengancam para pelaku kemanusiaan serta misi dan personel Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ranjau, bahan peledak dan rakitan aktif di 57 negara dan wilayah. Terus membunuh dan melukai ribuan orang.

Senjata-senjata ini tidak pandang bulu, tetap mematikan selama beberapa dekade setelah konflik, dan menghambat komunitas yang berupaya mencapai perdamaian berkelanjutan.

Menemukan dan membersihkan ranjau bukan hal yang mudah. Ahli di Layanan Aksi Ranjau PBB (UNMAS) Paul Heslop mengatakan membersihkan ranjau darat itu sulit, apalagi membersihkan ranjau laut, bahkan lebih sulit.

Tanggal 4 April diperingati sebagai Hari Kesadaran Ranjau Internasional (International Day for Mine Awareness) setiap tahunnya.

Pada tahun 2026, International Day for Mine Awareness diperingati dengan tema “Investasikan dalam Perdamaian; Investasikan dalam Aksi Ranjau.”

Tema ini menyoroti pentingnya lahan yang dibersihkan dari ancaman bahan peledak dan masyarakat yang hidup tanpa rasa takut terhadap senjata-senjata yang tidak pandang bulu ini agar perdamaian dapat berkembang.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Hari Kesadaran Ranjau InternasionalInternational Day for Mine AwarenessPBBRanjauUNMAS
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

BMKG: Kemarau Tahun 2026 Lebih Kering dan Panjang

Next Post

Siklon Tropis Maila Bergerak Lambat Sembari Menguat di Laut Solomon

Postingan Terkait

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

13 Oktober 2026
7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

Sejumlah Mahasiswa UNG Juara Kompetisi Nasional

13 Oktober 2026

Anomali Kondisi Suhu di Seluruh Dunia

September 2026 Bulan Terhangat di Eropa

Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Kekeringan Berlanjut, Lebih Dari 1100 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Papua Selatan

Angin Kencang dan Potensi Hujan Lokal di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Topan Koguma Sedikit Melemah di Dekat Tokyo

Next Post
Siklon Tropis Maila Bergerak Lambat Sembari Menguat di Laut Solomon

Siklon Tropis Maila Bergerak Lambat Sembari Menguat di Laut Solomon

TERBARU

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

Sejumlah Mahasiswa UNG Juara Kompetisi Nasional

Anomali Kondisi Suhu di Seluruh Dunia

September 2026 Bulan Terhangat di Eropa

Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Kekeringan Berlanjut, Lebih Dari 1100 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Papua Selatan

AmsiNews

REKOMENDASI

UNG Jalin Kerja Sama dengan Burung Indonesia

615 Anggota PPS Kabupaten Gorontalo Mendapat Orientasi Tugas Pilkada 2024

Koalisi Masyarakat Gugat Presiden Soal Perjanjian Dagang Indonesia – AS di PTUN Jakarta

Eksplorasi Riset Laut Dalam Belum Banyak Dilakukan di Indonesia

KPU Kabupaten Gorontalo Libatkan 170 Orang untuk Sortir dan Lipat Surat Suara

Esperanza, Kapal Tercepat Greenpeace Pensiun

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.