Vegetasi laut yang hanya memiliki proporsi 0,05 persen dari biomassa vegetasi darat berpotensi menyimpan karbon yang sebanding dengan vegetasi darat. Luas lamun Indonesia diperkirakan 293.464 hingga 875.967 hektar, wilayah terluas kedua di dunia setelah Australia Timur.
Hutan mangrove Indonesia adalah yang terluas di dunia (yaitu, 3,2 juta hektar), mencakup 22,4 persen dari total luas hutan mangrove di dunia. Kawasan vegetasi laut ini menunjukkan bahwa ekosistem pesisir Indonesia memiliki potensi signifikan untuk menyerap dan menyimpan karbon.
Di antara ekosistem pesisir, padang lamun juga memiliki peran penting dalam penyerapan karbon. Lamun adalah satu-satunya tanaman berbunga yang hidup di laut.
Lamun dapat ditemukan di perairan dangkal dan payau di seluruh dunia, biasanya sepanjang garis pantai yang landai dan terlindungi. Dibandingkan dengan terumbu karang dan mangrove, lamun hanya mendapat sedikit perhatian dan mungkin habitat laut yang paling tidak dihargai.
Meskipun sering diremehkan, lamun adalah salah satu ekosistem paling produktif dan multifungsi di dunia. Lamun adalah rumah bagi komunitas hewan yang sangat beragam, dari invertebrata kecil hingga ikan besar, moluska, kepiting, kura-kura, mamalia laut, dan burung.
Lamun menyediakan banyak layanan penting bagi masyarakat, mulai dari produksi perikanan, pencegahan erosi pantai, hingga mitigasi perubahan iklim.*





Komentar tentang post