Ekosistem mangrove dan padang lamun berkontribusi signifikan terhadap penyimpanan karbon di sedimen, yaitu, 50 persen dari total 216 TgC per tahun.
Aan mengatakan, ekosistem pesisir memiliki produksi primer bersih yang jauh lebih tinggi dibandingkan ekosistem lainnya. Oleh karena itu, ekosistem vegetasi laut dianggap memiliki penyimpanan karbon yang signifikan dan memiliki peran penting dalam siklus karbon global.
Untuk mengetahui jumlah cadangan karbon dan penyerapan menjadi penting dilakukan pemerintah untuk kewajiban pelaporan dalam Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon (Low Carbon Development Initiative).
Karbon biru mengacu pada karbon dioksida atmosfer yang diserap oleh ekosistem laut pesisir (vegetasi laut), yaitu mangrove, rawa-rawa air payau, lamun, makroalga, melalui pertumbuhan tanaman (proses fotosintesis). Selain itu, akumulasi dan penguburan bahan organik dalam sedimen.
Sebagai vegetasi pantai, mangrove dan lamun berkontribusi signifikan terhadap penyerapan karbon dalam sedimen, yaitu 50 persen dari total 216 TgC per tahun. Secara global, padang lamun memiliki cadangan karbon antara 4,2 hingga 8,4 PgC. Sementara mangrove memiliki cadangan karbon antara 4,0 hingga 20,0 PgC.
Ekosistem pesisir memiliki produksi primer bersih (NPP) yang jauh lebih tinggi dibandingkan ekosistem lainnya. Oleh karena itu, ekosistem vegetasi laut dianggap memiliki penyimpanan karbon yang signifikan dan memiliki peran penting dalam siklus karbon global.





Komentar tentang post