Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pakar Iklim dan Lingkungan: Corona Membuka Mata Kita Untuk Krisis yang Lebih Serius

redaksi
29 April 2020
Kategori : Berita
0
Pakar Iklim dan Lingkungan: Corona Membuka Mata Kita Untuk Krisis yang Lebih Serius

Ilustrasi laut. FOTO: DARILAUT.ID

SETELAH pandemi corona bisa diatasi, kita harus mencari cara mengatasi krisis jangka panjang yang lebih serius lagi. Berikut ini, wawancara Deutsche Welle dengan pakar iklim dan lingkungan Ernst Ulrich von Weizsäcker.

Deutsche Welle (DW): Pandemi corona memaksa kita mengubah kebiasaan sehari-hari sekaligus menjerumuskan ekonomi ke dalam krisis. Bagaimana Anda memandang situasi saat ini?

Ernst Ulrich von Weizsäcker: Saya pikir, sudah tepat dan sangat masuk akal kalau kita langsung bereaksi terhadap suatu masalah yang akut. Tapi itu tentu saja tidak menyelesaikan masalah-masalah jangka panjang.

Kita sekarang melihat bahwa ada yang salah dengan metode ekonomi. Menurut teorinya, dengan adanya lebih banyak globalisasi, semua akan hidup lebih baik. Tetapi sekarang, misalnya tentang masker pelindung wajah dan obat-obatan, kita menyadari bahwa adalah gagasan sedikit gila untuk mengimpor semuanya dari Asia. Tapi soal ini hanya puncak kecil dari sebuah gunung es.

Sekarang para ekonom mengatakan, setiap provinsi dan setiap negara seharusnya mempertahankan swasembada dalam bidang-bidang tertentu, dan tidak hanya menggantungkan semuanya pada kalkulasi-kalkukasi ekonomi saja. Jadi harus ada perubahan pandangan, juga di Uni Eropa. Dalam hal globalisasi di tataran Uni Eropa, Jerman telah mengeruk keuntungan besar, dan mengambilnya dari Italia, Yunani dan Eropa Timur. Sekarang, Jerman harus mau berbagi.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: keanekaragaman hayatiPerubahan Iklim
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

Perubahan Iklim Berdampak pada Naiknya Muka Air Laut, Banjir dan Konflik Air

Next Post

Riset LSI Denny JA, 99 Persen Kasus Virus Corona Selesai Bulan Juni 2020

Postingan Terkait

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

20 April 2026
BMKG: Tinggi Gelombang Capai 2,5 Meter

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

20 April 2026

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Next Post
Telemedik, Cara Mencegah dan Menangani Covid-19

Riset LSI Denny JA, 99 Persen Kasus Virus Corona Selesai Bulan Juni 2020

Komentar tentang post

TERBARU

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

AmsiNews

REKOMENDASI

Banyak yang Berminat Mengikuti Diskusi Fenomena Munculnya Paus Orca

UMRAH Memiliki Mandat Riset di WPP 711

Tol Laut Berkembang Jadi 26 Trayek dan 100 Pelabuhan Singgah

Gelombang Panas Laut Mengarah pada Kerentanan Ekosistem

Di Masa Pandemi Covid-19, Nilai Produksi Perikanan di Bitung 239,2 Miliar

19 Hari Hiu Paus Terlihat di Saluran Inlet PLTU Paiton

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.