Konsentrasi ini telah meningkat, dan suhu global rata-rata bersamanya, sejak masa Revolusi Industri.
Gas Rumah Kaca
Gas rumah kaca dan karbon dioksida (CO2) sebagian besar merupakan produk dari pembakaran bahan bakar fosil.
Laporan Gas Emisi baru oleh Program Lingkungan PBB (UNEP) menemukan bahwa telah ada kemajuan sejak Perjanjian Paris ditandatangani pada tahun 2015. Emisi gas rumah kaca pada tahun 2030, berdasarkan kebijakan yang ada, diproyeksikan meningkat sebesar 16 persen pada saat adopsi perjanjian.
Emisi gas rumah kaca yang diperkirakan pada tahun 2030 masih harus turun sebesar 28 persen untuk jalur 2°C Perjanjian Paris dan 42 persen untuk jalur 1,5°C.
Ada beberapa pilihan efektif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan beradaptasi dengan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.
Panel on Climate Change (IPCC) atau Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim mengusulkan mengadopsi “pembangunan tahan iklim” dengan menintegrasikan langkah-langkah untuk beradaptasi dengan perubahan iklim dengan tindakan untuk mengurangi atau menghindari emisi gas rumah kaca dengan cara yang memberikan manfaat yang lebih luas.
Misalnya, akses ke energi bersih dan teknologi dapat meningkatkan kesehatan, terutama bagi perempuan dan anak-anak.
Elektrifikasi rendah karbon, berjalan kaki, bersepeda, dan transportasi umum dapat meningkatkan kualitas udara, meningkatkan kesehatan, peluang kerja, dan memberikan kesetaraan.




