Serangkaian siklon tropis yang memecahkan rekor melanda Filipina, sementara gletser tropis terakhir yang tersisa di pegunungan Jayawijaya Papua, Indonesia, semakin mendekati kepunahan.
“Tahun 2024 merupakan tahun terhangat yang pernah tercatat di wilayah Pasifik Barat Daya. Panas dan pengasaman laut berpadu untuk menimbulkan kerusakan jangka panjang pada ekosistem dan ekonomi laut,” kata Sekretaris Jenderal WMO Prof Celeste Saulo.
”Kenaikan permukaan laut merupakan ancaman eksistensial bagi seluruh negara kepulauan. Semakin jelas terlihat bahwa kita kehabisan waktu untuk membalikkan keadaan.”
Keadaan Iklim di Pasifik Barat Daya merupakan salah satu dari serangkaian laporan global dan regional tahunan WMO yang berupaya menginformasikan pengambilan keputusan untuk strategi adaptasi nasional dan regional serta membangun ketahanan dalam iklim yang berubah.
Laporan ini dirilis bertepatan dengan Platform Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2025 di Jenewa dan menjelang Konferensi Kelautan PBB 2025.
Laporan tersebut berisi beberapa kabar baik, mencakup studi kasus yang menunjukkan bagaimana sistem peringatan dini dan Aksi Antisipatif yang diperkuat di Filipina memungkinkan masyarakat untuk bersiap dan menanggapi topan beruntun pada tahun 2024.




