Eduart mengatakan setelah dilacak lagi komputer yang seharusnya menjadi bagian yang datang itu, yang bermasalah tadi.
”Disinyalir ada keterlibatan jaringan yang memanfaatkan UTBK untuk kepentingan bisnis tertentu dan sebagainya,” ujarnya. Di pusat-pusat UTBK sudah melibatkan aparat kepolisian untuk menindaklanjuti ini.
Eduart juga menguraikan nama-nama anomali ada 4000 lebih yang sudah disebarkan ke pusat UTBK. Nama-nama tersebut perlu untuk diperhatikan. Panitia sejak awal sudah menentukan area merah, merah muda dan kuning.
”Dapat 13 kecurangan di pusat UTBK karena sudah ditandai sejak awal,” kata Eduart. Ada indikasi terkait kecurangan dan model-model kecurangan yang didapat.
”Ternyata dengan langkah cepat dari teman-teman panitia di pusat UTBK, seperti di Jember antisipasi dari panitia lokal yang luar biasa… ternyata banyak nama-nama yang anomali itu di sesi-sesi berikutnya sudah tidak hadir.”
Eduart mengatakan ada kejadian di Bandung ketika sedang antrian, begitu nama dipanggil panitia, tiba-tiba yang bersangkutan langsung lari.
“Melibatkan jaringan dugaan yang cukup kuat dan sekali lagi apakah itu masuk dalam tindak pidana atau kejahatan, biarlah aparat yang berwajib,” ujarnya.
Untuk sanksi, menurut Eduart, bukan hanya peserta tahun ini. ”Kami akan coba setelah ini dengan teman-teman perguruan tinggi untuk mengecek data mahasiswa tahun lalu, bahkan tahun sebelumnya apakah ada,” kata Eduart.




