Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya kesiapan komunikasi dalam situasi krisis. Hingga kini, banyak destinasi wisata belum memiliki sistem signage multibahasa yang memadai untuk menyampaikan informasi darurat secara cepat dan akurat. Padahal, aspek ini sangat krusial dalam menjamin keselamatan wisatawan di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa signage merupakan bagian dari infrastruktur sosio-teknis yang memengaruhi cara wisatawan memahami, merasakan, dan mempercayai suatu destinasi.
Dengan penerapan strategi translanguaging yang tepat, dukungan teknologi yang terkelola, serta regulasi yang kuat, papan wisata dapat menjadi alat strategis dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di kancah global.



