Minggu, Agustus 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Paus Rice, Spesies Baru dan Langka

redaksi
17 Mei 2021
Kategori : Berita, Konservasi, Orca
0
Paus Rice, Spesies Baru dan Langka

Dr Patricia Rosel memotret spesimen Paus Rice (kiri) dan memeriksa spesimen paus Rice di Museum Nasional Sejarah Alam Smithsonian Smithsonian’s (kanan). FOTO: NOAA FISHERIES

Para ilmuwan menemukan spesies paus ini sangat berbeda dengan paus lainnya.

Dr Rosel, Dr Keith Mullin dan ilmuwan NOAA mulai berkolaborasi pada spesies baru tersebut.

Sementara Dr Mullin bersama rekan telah mempelajari spesies paus tersebut di laut sejak 1990-an.

Tim ilmuwan ini percaya kelompok paus tersebut termasuk langka dan membutuhkan perlindungan.

Hasil pengamatan mendorong para ilmuwan NOAA mulai mengumpulkan sampel yang diperlukan untuk mempelajari seberapa dekat hubungan paus ini dengan paus lain di lautan.

Proses mendeskripsikan spesies baru secara formal membutuhkan penelitian, waktu, kolaborasi, dan tinjauan oleh sejumlah rekan ilmiah.

Misal, beberapa staf NOAA dan ilmuwan yang berkolaborasi bekerja selama bertahun-tahun untuk mengumpulkan observasi lapangan dan sampel biopsi untuk analisis genetik.

Seperti menyediakan potongan-potongan yang dibutuhkan untuk mengungkap teka-teki spesies yang kompleks.

Setelah para ilmuwan mengumpulkan cukup bukti untuk mendeskripsikan spesies baru, kemudian mendapatkan nama Latin dan “nama umum”. Nama latin untuk paus Rice adalah Balaenoptera ricei.

Nama ini (Rice) untuk menghormati ahli biologi Amerika terkenal Dale Rice yang memiliki karir selama 60 tahun dalam ilmu mamalia laut.

Dale Rice adalah peneliti pertama yang mengetahui bahwa paus Bryde (sekarang paus Rice) ada di Teluk Meksiko.

Halaman 2 dari 5
Sebelumnya123...5Selanjutnya
Tags: NOAA FisheriesPaus brydePaus RiceSpesies Baru
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Spesies Baru Paus Rice

Next Post

2 ABK Indonesia Meninggal di Mauritius

Postingan Terkait

Lebih Dari 1500 Bangunan Mengalami Kerusakan Akibat Gempa M 7,7 di NTT

Lebih Dari 1500 Bangunan Mengalami Kerusakan Akibat Gempa M 7,7 di NTT

16 Agustus 2026
SDN 11 Telaga Raih Juara Umum Pramuka

SDN 11 Telaga Raih Juara Umum Pramuka

16 Agustus 2026

Gempa M 5,1 Guncang Manggarai NTT

462 Buildings Damaged and 47 People Dead Following Magnitude 7.7 Earthquake in East Nusa Tenggara

Gempa NTT,  462 Bangunan Rusak, 47 Orang Meninggal Dunia

Sejumlah Fasilitas Pendidikan Rusak Akibat Gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur

Gempa Teluk Tomini M 6,2 Dirasakan di Sulawesi Tengah, Gorontalo Hingga Kalimantan Timur

47 Orang Meninggal Dunia dan Ratusan Bangunan Rusak Akibat Gempa M 7,7 di NTT

Next Post
Pakar Iklim dan Lingkungan: Corona Membuka Mata Kita Untuk Krisis yang Lebih Serius

2 ABK Indonesia Meninggal di Mauritius

Komentar tentang post

TERBARU

Lebih Dari 1500 Bangunan Mengalami Kerusakan Akibat Gempa M 7,7 di NTT

SDN 11 Telaga Raih Juara Umum Pramuka

Gempa M 5,1 Guncang Manggarai NTT

462 Buildings Damaged and 47 People Dead Following Magnitude 7.7 Earthquake in East Nusa Tenggara

Gempa NTT,  462 Bangunan Rusak, 47 Orang Meninggal Dunia

Sejumlah Fasilitas Pendidikan Rusak Akibat Gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Gorontalo Utara Laut Sulawesi Akibat Sesar Aktif

Hari Peduli Sampah, LPPM UMGO Menggelar Berbagai Kegiatan Ramah Lingkungan

Pinisi, Kapal Layar Ikon Dunia

Penjaga Pantai Italia Temukan Paus Sirip Panjang 20 Meter

Wisatawan Mancanegara Bersihkan Sampah Plastik di Togean

Efek Gas Rumah Kaca Sebabkan Peningkatan Pemutihan Karang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.