Tengkorak Paus Rice
Selain pola makan di dasar laut, perbedaan morfologis pada tengkorak yang paling mencolok pada spesies baru ini, dibandingkan dengan kerabat terdekatnya.
Dr Rosel memeriksa tengkorak paus Rice pada tahun 2020 setelah terdampar di Florida di Taman Nasional Everglades pada Januari 2019.
Ketika paus ini ditemukan mati terdampar, telah memberi kesempatan kepada para ilmuwan untuk mempelajari hewan ini secara menyeluruh. Mulai dari bagian atas ke bawah, luar dan dalam.
Banyak jaringan yang dikumpul melalui nekropsi (autopsi) dan pemeriksaan morfologi kerangka.
Pengukuran tubuh dilakukan untuk membandingkan dengan paus lain yang pernah terdampar.
Termasuk paus yang terdampar di North Carolina yang telah diukur oleh tim peneliti bersama University of North Carolina di Wilmington.
Setelah pemeriksaan dan nekropsi oleh ahli biologi Perikanan NOAA dan anggota Southeast Marine Mammal Stranding Network, sisa-sisa paus dikuburkan.
Beberapa bulan kemudian, tim dari Museum Nasional Sejarah Alam Smithsonian mengumpulkan sisa-sisa paus tersebut.
Tim mengambil untuk dibersihkan di Bonehenge Whale Center di North Carolina. Kemudian mengangkut kerangka paus tersebut ke gudang di luar Washington, DC.
Tahun 2020 Dr Rosel dan Dr Tadasu Yamada, salah satu penulis penelitian dan ilmuwan dari National Museum of Nature and Science di Jepang mempelajari lebih dekat spesimen tersebut.





Komentar tentang post