Kamis, Juni 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Efek Gas Rumah Kaca Sebabkan Peningkatan Pemutihan Karang

redaksi
12 Agustus 2022
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Terumbu Karang Indonesia Kategori Buruk 33,82 Persen

Terumbu karang mengalami kerusakan, antara lain, karena pemutihan dan masuk kategori buruk. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Efek peningkatan gas rumah rumah kaca menyebabkan peningkatan frekuensi peristiwa pemutihan karang (coral bleaching), yang dapat mengancam keberlangsungan hidup biota laut.

Peneliti Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Hedi Indra Januar, mengatakan perubahan lingkungan ini dapat menyebabkan pergeseran komposisi hewan di habitat terumbu karang.

Hal ini akan berdampak pada berbagai sektor seperti keberadaan sumberdaya ekonomis pesisir serta masalah keamanan dan ketahanan pangan produk perikanan.

“Kondisi ini tidak dapat dibiarkan, sehingga perlu membuat kebijakan konservasi untuk menyelamatkan laut,” ujar Hedi dalam webinar Jamming Session seri ke-3, Selasa (9/8). Hedi menjelaskan saat ini kerusakan terumbu karang sudah terdeteksi.

Menurut Hedi riset dampak perubahan iklim dapat menjadi salah satu riset alternatif untuk menemukan solusi penyelamatan laut di masa mendatang yakni melalui Model Ekologi.

Model Ekologi adalah sebuah alat “konstruksi dan analisis” dari basis persamaan matematika untuk membentuk grafis analitik atau simulasi, sehingga dapat digunakan untuk memahami proses ekologi yang kompleks dan memprediksi perubahan ekosistem, seperti yang terjadi akibat dampak perubahan iklim mendatang maupun polusi saat ini.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINcoral bleachingEmisi gas rumah kacaPolusiTerumbu Karang
Bagikan23Tweet3KirimKirim
Previous Post

Rekonsiliasi Klasifikasi Kapal Berbendera Indonesia

Next Post

Banjir Melanda Kabupaten Bogor, Cilacap, Pohuwato dan Katingan

Postingan Terkait

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

17 Juni 2026
2.994 Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, Korban Tewas 45 Orang

Hampir 74 Ribu Unit Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, 68 Orang Tewas

17 Juni 2026

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Sistem Peringatan Dini Banjir Hingga Smart Environment for Healthy Skin Karya Inovatif Mahasiswa Teknik Elektro UNG

Bambu Solusi untuk Deforestasi, Telah Diperkenalkan untuk Kurikulum Sekolah

Laut yang Hangat Memicu El Niño

Peristiwa El Niño dan Dampaknya Bervariasi

Australia Bersiap Menghadapi El Niño

Next Post
Banjir Melanda Kabupaten Malinau

Banjir Melanda Kabupaten Bogor, Cilacap, Pohuwato dan Katingan

Komentar tentang post

TERBARU

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Hampir 74 Ribu Unit Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, 68 Orang Tewas

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Sistem Peringatan Dini Banjir Hingga Smart Environment for Healthy Skin Karya Inovatif Mahasiswa Teknik Elektro UNG

Bambu Solusi untuk Deforestasi, Telah Diperkenalkan untuk Kurikulum Sekolah

Laut yang Hangat Memicu El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

UTBK-SNBT 2026 di UNG Berlangsung di Kota Gorontalo dan Bone Bolango

Dr. Zuchri Terpilih Sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial

Idul Adha, Perhatikan Zonasi Risiko di Daerah

Prof. Eduart: Perbaiki Sistem Pendidikan Secara Transparan dan Akuntabel

Workshop Konselor Sebaya, Strategi UNG Bangun Lingkungan Kampus yang Peduli dan Inklusif

Mengapa LBM PBNU Meminta Ekspor Benih Lobster Dihentikan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.