Selasa, April 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Efek Gas Rumah Kaca Sebabkan Peningkatan Pemutihan Karang

redaksi
12 Agustus 2022
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Terumbu Karang Indonesia Kategori Buruk 33,82 Persen

Terumbu karang mengalami kerusakan, antara lain, karena pemutihan dan masuk kategori buruk. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Efek peningkatan gas rumah rumah kaca menyebabkan peningkatan frekuensi peristiwa pemutihan karang (coral bleaching), yang dapat mengancam keberlangsungan hidup biota laut.

Peneliti Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Hedi Indra Januar, mengatakan perubahan lingkungan ini dapat menyebabkan pergeseran komposisi hewan di habitat terumbu karang.

Hal ini akan berdampak pada berbagai sektor seperti keberadaan sumberdaya ekonomis pesisir serta masalah keamanan dan ketahanan pangan produk perikanan.

“Kondisi ini tidak dapat dibiarkan, sehingga perlu membuat kebijakan konservasi untuk menyelamatkan laut,” ujar Hedi dalam webinar Jamming Session seri ke-3, Selasa (9/8). Hedi menjelaskan saat ini kerusakan terumbu karang sudah terdeteksi.

Menurut Hedi riset dampak perubahan iklim dapat menjadi salah satu riset alternatif untuk menemukan solusi penyelamatan laut di masa mendatang yakni melalui Model Ekologi.

Model Ekologi adalah sebuah alat “konstruksi dan analisis” dari basis persamaan matematika untuk membentuk grafis analitik atau simulasi, sehingga dapat digunakan untuk memahami proses ekologi yang kompleks dan memprediksi perubahan ekosistem, seperti yang terjadi akibat dampak perubahan iklim mendatang maupun polusi saat ini.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINcoral bleachingEmisi gas rumah kacaPolusiTerumbu Karang
Bagikan23Tweet3KirimKirim
Previous Post

Rekonsiliasi Klasifikasi Kapal Berbendera Indonesia

Next Post

Banjir Melanda Kabupaten Bogor, Cilacap, Pohuwato dan Katingan

Postingan Terkait

Waspada Cuaca Ekstrem Berupa Peningkatan Curah Hujan dan Angin Kencang Hari Ini Hingga 16 Februari

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

21 April 2026
Lebih 5400 Peserta Akan Mengikuti UTBK di UNG, Tak Boleh Membawa Kalkulator dan Ponsel

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

21 April 2026

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Next Post
Banjir Melanda Kabupaten Malinau

Banjir Melanda Kabupaten Bogor, Cilacap, Pohuwato dan Katingan

Komentar tentang post

TERBARU

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Wipha Menuju Teluk Tonkin Setelah Pendaratan Kedua di Pulau Hailing

Agregasi Paus Pembunuh (Orca) di Laut Maratua

Perubahan Iklim, Mencari Solusi Ketersediaan Sumber Daya Air

Pemerintah Kota Gorontalo Pantau Kesehatan Hewan Kurban

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1443 H Pada 2 Mei 2022

Kegagalan Usaha Udang Windu Jangan Terulang Lagi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.