One Ocean Finance diumumkan pada Forum Keuangan Ekonomi Biru di Monako dan dilanjutkan pada pertemuan tingkat tinggi Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa Ke-3 atau Third United Nations Ocean Conference (UNOC3) yang berlangsung di kota pesisir Nice, tanggal 9 hingga 13 Juni. Selanjutnya, pada Konferensi Kelautan PBB ke-4 pada tahun 2028.
“Proses kolaboratif ini akan menyatukan pemerintah, lembaga keuangan, industri kelautan, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan masyarakat sipil untuk bersama-sama membentuk masa depan keuangan baru bagi lautan,” kata Direktur Eksekutif Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), Inger Andersen.
“Melalui pengembangan One Ocean Finance, tujuan kami adalah untuk mengatasi kurangnya investasi kronis selama beberapa dekade, mengkonsolidasikan upaya yang terfragmentasi, dan merancang sistem yang adil, tangkas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat pesisir dan ekosistem laut.”
One Ocean Finance dikembangkan kolektif multilembaga termasuk UNEP, Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), dan Dana Pembangunan Modal Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCDF) dengan Komisi Oseanografi Antarpemerintah dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO-IOC), United Nations Global Compact, Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Tourism), Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), dan World Resources Institute (WRI), antara lain.




