Organisasi tersebut menambahkan bahwa suhu tinggi di darat dan laut tahun lalu membantu memicu cuaca ekstrem, termasuk gelombang panas, curah hujan lebat, dan siklon tropis yang mematikan, yang menggarisbawahi perlunya sistem peringatan dini.
Panas Laut
Sebuah studi terpisah, WMO menyoroti bahwa suhu laut juga termasuk yang tertinggi yang pernah tercatat tahun lalu, yang mencerminkan akumulasi panas jangka panjang dalam sistem iklim.
Secara regional, sekitar 33 persen dari wilayah laut global termasuk dalam tiga kondisi terpanas dalam sejarahnya (1958–2025). Sementara sekitar 57 persen termasuk dalam lima besar, termasuk Samudra Atlantik tropis dan Selatan, Laut Mediterania, Samudra Hindia Utara, dan Samudra Selatan, yang menggarisbawahi pemanasan laut yang luas di berbagai cekungan.
WMO akan memberikan rincian lengkap tentang indikator perubahan iklim utama, termasuk gas rumah kaca, suhu permukaan, panas laut, dan tren lainnya, dalam laporan State of the Global Climate 2025 yang akan diterbitkan pada bulan Maret.




