Darilaut – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan rentetan pemanasan global yang memecahkan rekor selama 11 tahun berturut.
Menurut badan cuaca PBB, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), sebelas tahun terakhir merupakan tahun-tahun terpanas di era modern, sementara lautan juga terus memanas.
Melansir UN News, WMO mengonfirmasi dan mengumumkan hal tersebut pada Rabu bahwa 2025 adalah salah satu dari tiga tahun terpanas yang pernah tercatat, melanjutkan rentetan suhu global yang luar biasa.
Setelah menganalisis delapan kumpulan data internasional, organisasi tersebut mengatakan bahwa suhu permukaan rata-rata global tahun lalu 1,44°C di atas rata-rata tahun 1850 hingga 1900.
Dua dari kumpulan data ini menempatkan 2025 sebagai tahun terpanas kedua dalam catatan 176 tahun, dan enam lainnya menempatkannya sebagai tahun terpanas ketiga.
Ada La Nina Tetap Hangat
Fakta bahwa tahun 2025 sedikit lebih dingin daripada rata-rata tiga tahun dari tahun 2023 sebagian dijelaskan oleh fenomena La Nina. Kondisi ini dikaitkan dengan cuaca yang lebih dingin.
Namun WMO menegaskan bahwa pendinginan sementara akibat La Nina tidak membalikkan tren jangka panjang suhu yang lebih hangat.
“Tahun 2025 dimulai dan berakhir dengan La Nina yang mendinginkan, namun tetap menjadi salah satu tahun terpanas yang tercatat secara global karena akumulasi gas rumah kaca yang memerangkap panas di atmosfer kita,” kata Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo.




