• Kampanye yang dilakukan oleh jurnalis Los Angeles Times menghasilkan peraturan bangunan baru yang membuat kota terbesar di California tersebut lebih tahan gempa.
• Sebuah studi mengenai peran radio pascagempa besar menemukan bahwa radio menghubungkan keluarga dengan kerabat yang hilang, mendorong anak-anak untuk kembali bersekolah, serta membantu menyebarluaskan informasi penting terkait keselamatan, kebersihan, air minum bersih, dan tempat penampungan guna mencegah wabah penyakit mematikan.
• Evaluasi terhadap konten radio di Nigeria yang dirancang untuk mengatasi misinformasi COVID-19 dan keraguan terhadap vaksin menunjukkan bahwa program-program tersebut membantu pendengar setia mengenali dan menyanggah narasi keliru.
Melawan Berita Palsu (Fake News)
Narasi keliru, rumor, dan disinformasi memperparah krisis serta melemahkan kemampuan masyarakat untuk bersiap, merespons, dan bangkit kembali setelah bencana, bahkan menghalangi sampainya bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
Menurut laporan tersebut, pemberitaan yang keliru juga dapat memperburuk konflik dan memicu kekerasan terhadap pekerja kemanusiaan.
Disinformasi telah menimbulkan dampak buruk dan kerugian besar selama krisis kesehatan seperti COVID-19, dalam situasi yang disebut oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai “infodemi”.



