Sebuah studi memperkirakan bahwa disinformasi menyebabkan hampir 2,3 juta kasus penyakit dan 66.000 kasus rawat inap pada tahun 2021 di Amerika Serikat saja; hal ini mengakibatkan tambahan biaya perawatan rumah sakit sebesar US$2 miliar dan 45.000 kematian yang sebenarnya dapat dicegah.
Di saat yang sama, jurnalisme tepercaya berperan sebagai sumber informasi krusial untuk menangkal narasi-narasi tersebut dan menyampaikan saran dari para ahli.
Sorotan Terhadap Bantuan
Menurut laporan tersebut, liputan berita juga dapat mendorong sumbangan amal yang signifikan dari masyarakat.
Liputan terkenal jurnalis Inggris Michael Buerk dari Ethiopia pada tahun 1984 untuk BBC dinilai berperan dalam menggalang dana lebih dari $200 juta untuk bantuan penanggulangan kelaparan.
Foto karya jurnalis foto asal Turki, Nilüfer Demir, yang menampilkan seorang anak yang tenggelam bernama Alan Kurdi, memicu perhatian dunia terhadap konflik Suriah pada tahun 2015 dan menyebabkan lonjakan donasi, termasuk peningkatan pendanaan hingga 50 kali lipat bagi sejumlah organisasi non-pemerintah (LSM).
Jurnalisme juga dapat mendorong reformasi besar di dalam sektor bantuan itu sendiri, sebagaimana terlihat dalam skandal #AidToo; saat itu, para jurnalis mengungkap adanya penyalahgunaan kekuasaan di Haiti serta budaya impunitas yang melibatkan LSM Oxfam dan Save the Children.



