Saat itu, fenomena likuifasi di beberapa tempat seperti di Balaroa, Petobo dan Jono Oge menimbulkan banyak korban meninggal. Wilayah Sulteng merupakan provinsi dengan bahaya gempabumi pada tingkat sedang hingga tinggi. Luas bahaya di provinsi ini mencapai 3,5 juta hektar, sedangkan populasi yang terpapar potensi bahaya gempabumi di 13 kabupaten mencapai 2.256.213 jiwa.
Sementara di Nusa Tenggara Barat, lebih dari 90 persen rumah telah dibangun pascagempa Nusa dua tahun lalu. Total rumah terbangun tersebut tersebar di tujuh wilayah administrasi, kabupaten dan kota di Provinsi NTB.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 15 September 2020, total rumah yang harus dibangun berjumlah 226.204 unit. Total rumah yang selesai dibangun sebanyak 204.224 unit atau sekitar 94,49 persen.
Sisanya, sebanyak 9.516 masih dalam proses pembangunan. Total rumah rusak tersebut terbagi ke dalam tiga kategori yakni rusak berat 74.707 unit, rusak sedang 36.312 dan rusak ringan 115.185.
Rumah rusak berat yang sudah selesian sebanyak 69.033 unit, rusak sedang 30.879 dan rusak ringan 104.312. Dalam proses pengerjaan, rusak berat berjumlah 5.674 unit, rusak sedang 1.563 dan rusak ringan 2.278.*





Komentar tentang post