“Tak kalah penting adalah menambah muatan konservasi di dalamnya,” ujarnya.

Maria Gigih Setiarti dari Sambung Asa mengatakan kontribusi perempuan sering tidak tercatat dan kurang publikasi.
“Padahal peran perempuan pada budi daya rumput laut sangat penting,” ujar Maria yang banyak mendampingi pembudidaya rumput laut di Indonesia.
“Untuk itu penyebarluasan informasi kisah-kisah inspiratif para perempuan yang berkecimpung di bidang rumput laut harus diperbanyak.”
Hal ini bisa menjadi inspirasi dan tambahan semangat bagi para perempuan lain, kata Maria.
Pengembangan budi daya rumput laut tak bisa dipisahkan dari inovasi teknologi, untuk memberikan nilai tambah.
Inovasi pengolahan rumput laut menjadi berbagai produk bernilai tinggi dari pangan, obat-obatan, pertanian, hingga kerajinan perlu terus ditingkatkan. Untuk itu peran swasta juga amat diperlukan.
“Diversifikasi produk berbasis rumput laut lokal penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Produk-produk olahan tersebut berpotensi dikembangkan sesuai kebutuhan pasar dan daya dukung lingkungan,” kata Boedi Sardjana Julianto, Direktur PT Jaringan Sumber Daya yang mewakili sektor swasta pada pertemuan tersebut.
Boedi mengatakan kolaborasi dengan sektor swasta sangat dimungkinkan. Di sini perlunya dukungan kebijakan dan regulasi sehingga rumput laut dapat berkembang menjadi industri yang strategis.




