Keluarga korban berharap agar pemerintah memperpanjang proses pencarian korban yang masih belum ditemukan, serta mengusut tuntas penyebab kecelakaan.
Hadir dalam pertemuan ini, Menhub Budi, Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, Ketua Bidang DVI Polri Lisda Cancer, serta Komandan Satuan Kapal Amfibi Koarmada I Kolonel Laut (P) Bambang Trijanto. Masing-masing pihak menyampaikan kronologi serta upaya-upaya evakuasi korban dan identifikasi yang telah dilakukan.

Menhub menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, KNKT, Polri, Penjagaan Laut dan Pantai, Bakamla, Bea Cukai, Palang Merah Indonesia, Indonesia Divers, Pertamina dan potensi SAR lainnya. Tim tersebut telah bekerja pagi hingga malam, bahkan sampai mengorbankan nyawa.
“Saya juga menyampaikan duka cita gugurnya pahlawan aviasi Bapak Syachrul Anto yang tergabung dalam Tim SAR yang bertugas untuk mengevakuasi korban,” kata Budi.
Terkait dengan proses investigasi, Ketua KNKT Soejanto Tjahjono mengatakan, butuh waktu 2 (dua) minggu untuk memverifikasi data black box pesawat Lion Air.
“Jadi data black box yang flight data recorder (FDR) sudah kami unduh dan sudah berhasil, datanya bagus. Saat ini sedang kami verifikasi,” kata Soejanto.





Komentar tentang post