Riset-riset dan inovasi dalam aspek biologi, teknik budidaya, dan upaya restorasi mangrove, sangat penting untuk mendasari pengambilan keputusan dalam pengelolaan ekosistem mangrove, ujar Virni.
Virni mengatakan BRIN telah melakukan riset dan inovasi mangrove teknologi Integrated Mangrove Sowing (IMS).
“Teknologi IMS merupakan sistem tanam mangrove terintegrasi yang menggunakan pesawat nirawak (drone) untuk mempermudah penanaman mangrove di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau,” ujarnya.
“Biji mangrove disiapkan dalam bentuk bola dengan dilapisi tanah, arang, sekam, dan diberi nutrisi untuk memudahkan biji tersebut tumbuh pada saat sampai ke tanah.”
Menurut Virni, riset-riset untuk mengetahui keragaman spesies, menghitung stok karbon, faktor emisi, valuasi ekonomi, dan kebijakan Blue Carbon juga penting untuk diteliti.
Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia dan telah diakui secara global atas keberhasilannya dalam program rehabilitasi ekosistem mangrove.
Berbagai pendekatan telah dilakukan, seperti kebijakan yang pro lingkungan, riset dan inovasi, serta pemberdayaan masyarakat.




