Oleh karena itu, permintaan akan pasir dalam keadaan “mati” dan “hidup”, tetapi penggunaan ini bersaing secara langsung.
Memutuskan apakah akan mengambilnya atau meninggalkannya membutuhkan data, pemetaan, dan pemantauan yang lebih baik untuk mengidentifikasi area dengan nilai ekologis tinggi dan menilai dampak kumulatif. Hal ini juga membutuhkan transparansi yang lebih besar dalam izin ekstraksi, persetujuan proyek, dan aliran pembiayaan.
Mengakui pasir sebagai bagian integral dari alam dan aset penting akan membutuhkan tata kelola terkoordinasi di berbagai sektor dan skala, yang didukung oleh perencanaan jangka panjang untuk menyeimbangkan kebutuhan pasokan dengan perlindungan ekosistem.
Intervensi dini dan terkoordinasi terhadap keberlanjutan pasir tetap dimungkinkan dan hemat biaya.
Sebagai sumber daya yang digunakan secara global, mengatasi keberlanjutan pasir akan membutuhkan koordinasi regional yang lebih baik dan, mungkin, mekanisme tata kelola global.
Laporan ini juga menyerukan kepada negara-negara untuk mengembangkan peta jalan nasional dan sektoral untuk pengelolaan pasir yang bertanggung jawab, dengan memanfaatkan alat-alat UNEP yang sudah ada. Seperti Marine Sand Watch, alat daring Sand And Sustainability, evaluasi metodologi penggunaan pasir nasional.




