Taslim menekankan pemahaman terhadap ekosistem pesisir harus bergeser dari perspektif statis menuju sistem yang dinamis, kompleks, dan penuh ketidakpastian, sehingga membutuhkan pendekatan pengelolaan yang adaptif dan berbasis ilmu pengetahuan.
Ekosistem terumbu karang dunia mengalami tekanan berat sejak pertengahan abad ke-20. Hal ini akibat interaksi kompleks antara perubahan iklim dan aktivitas manusia.
Tutupan karang hidup secara global dilaporkan telah menurun hingga sekitar 50 persen. Degradasi ini tidak hanya dipicu oleh satu faktor, tetapi merupakan akumulasi dari tekanan antropogenik, variabilitas iklim global, serta perubahan kondisi oseanografi.




