Darilaut – Anak buah kapal (ABK) ikan Nazila 05 korban kapal tenggelam di Laut Maluku, tiba di Pelabuhan Gorontalo, Selasa (31/3) malam.
Sebanyak 21 ABK ditemukan di rumpon — alat bantu penangkapan ikan atau Fish Agregation Device (FAD) — dalam keadaan selamat oleh tim Pencarian dan Pertolongan Palu dan Gorontalo.
Setelah tiba di Gorontalo, korban kapal tenggelam menjalani pemeriksaan kesehatan dan akan melanjutkan perjalanan melalui darat ke Desa Kema 3, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Pemilik kapal akan menjemput korban.
”Total korban yang kami terima awalnya 27 orang, 6 orang lainnya tidak ikut. Jadi, korbannya cuma 21,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto.
Menurut Heriyanto kapal bertolak dari Pulau Taliabu, Maluku Utara, menuju Kema Minahasa Utara pada Minggu (29/3) malam. Senin (30/3) pukul 03.30 kapal mengalami kerusakan akibat cuaca buruk.
Pukul 04.00 kapal kemasukan air dan mulai tenggelam. ABK mulai menyelamatkan diri dengan menggunakan baju pelampung.
Operasi SAR Nazila 05 dikoordinir Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dengan dukungan Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo.

”Kami mendukung pelaksanaan operasi ini, setelah dihitung jaraknya dari lokasi kejadian lebih dekat dengan wilayah kerja kantor kami,” kata Heriyanto.




