Nurul juga menyoroti bahwa dibandingkan mangrove dan terumbu karang, ekosistem lamun masih cenderung termarjinalkan. Padahal, lamun memiliki peran strategis dalam mendukung kehidupan masyarakat pesisir, menjaga kestabilan pantai, keseimbangan perairan, serta berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim global. Di sisi lain, ekosistem lamun menghadapi berbagai ancaman akibat aktivitas manusia, seperti alih fungsi lahan, reklamasi, pengerukan, limbah domestik, hingga penambangan.
“Pendekatan SES sangat relevan untuk menjawab persoalan pengelolaan ekosistem pesisir, khususnya lamun, karena mampu mengintegrasikan analisis ilmiah ekologi, sosial, dan tata kelola, serta dapat diimplementasikan dalam kebijakan.”




