Jumat, Juni 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pendekatan Social-Ecological System Dinilai Tepat untuk Pengelolaan Ekosistem Lamun Indonesia

Novita J. Kiraman
13 Desember 2025
Kategori : Berita
0
Pendekatan Social-Ecological System Dinilai Tepat untuk Pengelolaan Ekosistem Lamun Indonesia

GAMBAR: BRIN

Ia menegaskan bahwa ide dasar SES adalah menghubungkan secara eksplisit sistem alam dengan sistem masyarakat, termasuk aspek ekonomi, pengetahuan lokal, serta lembaga dan aturan yang mengatur interaksi manusia dengan lingkungan.

Peneliti yang telah menghasilkan 72 karya tulis ilmiah ini menjelaskan bahwa dalam konsep SES terdapat empat komponen utama, yakni resource system, resource unit, resource actor, dan resource governance. Konektivitas antar komponen tersebut menjadi kunci penting dalam membantu para pemangku kepentingan mengelola sumber daya alam, termasuk ekosistem lamun, secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Nurul memaparkan lima langkah penting dalam penerapan pendekatan SES pada pengelolaan ekosistem lamun. Langkah pertama adalah menetapkan batasan sistem ekosistem lamun, baik dalam skala kecil maupun besar, sebagai dasar pengelolaan wilayah. Kedua, memetakan seluruh komponen SES yang terlibat. Ketiga, mengidentifikasi jasa ekosistem lamun untuk memahami interaksi antara sistem ekologi dan sosial serta melihat keseimbangan antara pasokan dan permintaan jasa ekosistem.

Langkah keempat adalah menelaah konektivitas atau pola pemanfaatan ekosistem lamun, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Tingginya konektivitas mencerminkan tingginya ketergantungan manusia terhadap ekosistem lamun, yang sekaligus berpotensi memberikan tekanan terhadap keberlanjutannya. Langkah terakhir adalah mengukur tingkat keberlanjutan SES ekosistem lamun sebagai dasar penentuan kebijakan pengelolaan ke depan.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: BRINEkosistem LamunSocial-Ecological System
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bibit Siklon Tropis 93S Terletak di Selatan Jawa Timur

Next Post

IPM Provinsi Gorontalo 2025 Capai 72,62, Seluruh Dimensi Mengalami Peningkatan

Postingan Terkait

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

5 Juni 2026
Prediksi BMKG untuk Kondisi Iklim Indonesia Tahun 2026

Cuaca Ekstrem Belum Menurun di Wilayah Indonesia

5 Juni 2026

Mahasiswa KKN UNG Olah Sabut Kelapa untuk Pelestarian Lingkungan

PBB Mendesak Keselamatan Bagi Pembela Lingkungan

Ratusan Orang Dibunuh, PBB Menyerukan Perlindungan Bagi Pembela Lingkungan

Depresi Tropis Berada di Dekat Taiwan

Azerbaijan Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Azerbaijan Menyoroti Krisis Planet Akibat Perubahan Iklim

Next Post
IPM Provinsi Gorontalo 2025 Capai 72,62, Seluruh Dimensi Mengalami Peningkatan

IPM Provinsi Gorontalo 2025 Capai 72,62, Seluruh Dimensi Mengalami Peningkatan

TERBARU

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

Cuaca Ekstrem Belum Menurun di Wilayah Indonesia

Mahasiswa KKN UNG Olah Sabut Kelapa untuk Pelestarian Lingkungan

PBB Mendesak Keselamatan Bagi Pembela Lingkungan

Ratusan Orang Dibunuh, PBB Menyerukan Perlindungan Bagi Pembela Lingkungan

Depresi Tropis Berada di Dekat Taiwan

AmsiNews

REKOMENDASI

Penyumbang Inflasi Provinsi Gorontalo Februari 2026 Tarif Listrik, Emas dan Ikan

Cara Membedakan Anoa Dataran Rendah dan Gunung

Januari – Juli, KKP Tangkap 43 Kapal Ikan Ilegal

Dari Mediterania hingga Arktik, Benua Eropa Mengalami Panas Tercepat, Tutupan Salju Menurun

Banyan Tree Hotels & Resorts Celebrates Its 25th Anniversary With Over 25% Reduction of Single-Use Plastic In A Year

Bibit Siklon Tropis 91W Tumbuh di Timur Tenggara Davao City

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.