Selanjutnya, pada uji efektivitas in vivo, ditemukan bahwa formula F3 (dengan konsentrasi bromelain 1%) memberikan hasil yang paling optimal dalam mempercepat penyembuhan luka bakar.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kelompok yang diberi perlakuan F3 memiliki waktu penyembuhan luka yang lebih cepat dibandingkan dengan kelompok kontrol, dengan nilai p < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara perlakuan dan kontrol.
Bromelain pada gel ini bekerja dengan cara mengurangi peradangan pada luka, mempercepat proses pengelupasan jaringan mati, dan merangsang pembentukan jaringan baru yang sehat.
Selain itu, sifat antimikroba dari kitosan juga berperan penting dalam mencegah infeksi pada luka bakar, yang sering kali menjadi masalah besar pada proses penyembuhan luka bakar.
Ke depan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan bromelain dalam kombinasi dengan bahan lainnya untuk menangani luka bakar dengan derajat lebih parah, serta untuk menilai efek jangka panjang penggunaan gel ini pada penyembuhan luka bakar yang lebih kompleks.




