Kitosan, yang diperoleh dari cangkang udang atau krustasea lainnya, diketahui memiliki sifat antimikroba dan dapat membantu melindungi luka dari infeksi. Kombinasi kedua bahan ini diharapkan dapat memberikan efek yang optimal dalam penyembuhan luka bakar.
Dalam penelitian ini, gel alginat-kitosan dengan tambahan enzim bromelain diuji pada mencit putih jantan (Mus musculus) dengan luka bakar derajat dua, yang merupakan luka bakar yang mengenai lapisan epidermis dan dermis tetapi belum sampai ke lapisan jaringan lebih dalam.
Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan lima kelompok perlakuan, yaitu tiga kelompok perlakuan dengan konsentrasi bromelain yang berbeda (F1: 0,1%, F2: 0,5%, dan F3: 1%), satu kelompok kontrol positif menggunakan gel Bioplacenton®, dan satu kelompok kontrol negatif yang hanya menggunakan gel alginat-kitosan tanpa bahan aktif.
Uji Fisik dan Efektivitas
Tahap pertama penelitian, dilakukan uji fisik terhadap gel yang diformulasikan. Beberapa parameter yang diuji antara lain adalah uji organoleptik untuk menilai warna, bau, dan tekstur gel, uji viskositas untuk mengukur kekentalan gel, uji pH untuk memastikan kestabilan pH yang aman bagi kulit, serta uji daya sebar, daya rekat, dan homogenitas gel.
Hasil uji fisik menunjukkan bahwa semua formula gel memenuhi kriteria yang diharapkan dan aman digunakan untuk aplikasi pada luka bakar.




