Dengan demikian, menurut Eko, jembatan ini juga sekaligus akan membuat pembuat kebijakan dan publik menyadari bahwa riset yang dilakukan oleh peneliti akademisi berorientasi untuk menyelesaikan permasalahan mereka.
Selama ini kebutuhan dan prioritas pembuat kebijakan tidak terkomunikasikan dengan baik, sementara peneliti-akademisi jarang melihat pembuat kebijakan dan publik sebagai audiens kunci bagi riset mereka.
Terkait dengan bencana pandemi Covid-19, Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Puspita Lisdiyanti, mengatakan, tim peneliti di bawah koordinasinya telah dan sedang bekerja keras menanggulangi dampak wabah pandemi Covid-19.
Di masa mendatang jika terjadi pandemi yang berasal dari mikroorganisme, harus diantisipasi dari awal sehingga penyebaran dapat dikendalikan.
“Indonesia juga harus meningkatkan riset dan teknologi di bidang kesehatan secara mandiri,” katanya.





Komentar tentang post