Penggabungan antar disiplin ilmu ini sebagai upaya untuk melihat bagaimana pengurangan risiko bencana dapat dioptimalkan dengan menggunakan pendekatan multidisiplin.
Menurut Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Ocky Karna Radjasa, LIPI sebagai lembaga penelitian multidisipliner memiliki hasil-hasil riset terkait kebencanaan.
Pendekatan ilmu pengetahuan dapat berkontribusi pada penguatan upaya pengurangan risiko bencana, selanjutnya juga mendukung target pencapaian pembangunan berkelanjutan.
Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Eko Yulianto mengatakan, ada empat tindakan prioritas dalam upaya pengurangan risiko bencana. LIPI menjalankan dua peran utama yaitu dalam memberikan pemahaman kepada publik mengenai risiko bencana, dan dalam meningkatkan kinerja manajemen risiko bencana.
Pembuat kebijakan dan publik perlu menumbuhkan kesadaran, dorongan dan motivasi untuk mengakses dan menggunakan hasil riset.
“Namun hingga saat ini masih ada jurang yang lebar yang perlu dijembatani antara pembuat kebijakan dan publik dengan peneliti-akademisi di Indonesia,” katanya.
Menurut Eko, jembatan itu adalah komunikasi sains. Jembatan ini akan membuat para peneliti sadar bahwa salah satu kepentingan riset adalah menyelesaikan persoalan persoalan riil yang dihadapi oleh pembuat kebijakan dan masyarakat.





Komentar tentang post