Minggu, Agustus 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Penggunaan Pasir Berlebihan Mengancam Ekosistem dan Mata Pencaharian

redaksi
18 Mei 2026
Kategori : Berita
0
Ekspor Pasir Laut Merusak Lingkungan dan Melanggar HAM

Ilustrasi pasir laut. FOTO: DARILAUT.ID

Pasir sangat penting untuk alam, ketahanan pangan dan air. Membiarkan pasir tetap berada di dalam ekosistem dapat membantu mencapai tujuan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming–Montreal untuk melestarikan dan mengelola 30 persen lahan, perairan, dan laut (daratan, perairan pedalaman, dan daerah pesisir dan laut).

Laporan ketiga UNEP tentang Pasir dan Keberlanjutan menyerukan kepada pemerintah dan industri untuk mengakui nilai penting pasir bagi pembangunan dan alam, dan untuk sepenuhnya mengintegrasikan pertimbangan keanekaragaman hayati dalam tata kelola pasir.

Pendekatan strategis diperlukan untuk sumber daya ini yang menopang lingkungan binaan dan pembangunan ekonomi kita sekaligus menjaga keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem.

“Pasir terkadang disebut sebagai pahlawan pembangunan yang tidak diakui, tetapi peran pentingnya dalam menjaga jasa alam yang kita andalkan bahkan lebih sering diabaikan,” kata Pascal Peduzzi, Direktur UNEP Global Resource Information Database Geneva (UNEP/GRID-Geneva).

“Pasir adalah garis pertahanan pertama kita terhadap kenaikan permukaan laut, gelombang badai, dan salinisasi akuifer pesisir – semua bahaya yang diperburuk oleh perubahan iklim.”

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: PasirTambang PasirUNEP
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Program Studi S1 Ilmu Lingkungan UNG Meraih Akreditasi Baik dari BAN-PT

Next Post

Penambangan Pasir Mengakibatkan Degradasi Lingkungan

Postingan Terkait

462 Buildings Damaged and 47 People Dead Following Magnitude 7.7 Earthquake in East Nusa Tenggara

462 Buildings Damaged and 47 People Dead Following Magnitude 7.7 Earthquake in East Nusa Tenggara

16 Agustus 2026
Gempa NTT,  462 Bangunan Rusak, 47 Orang Meninggal Dunia

Gempa NTT,  462 Bangunan Rusak, 47 Orang Meninggal Dunia

16 Agustus 2026

Sejumlah Fasilitas Pendidikan Rusak Akibat Gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur

Gempa Teluk Tomini M 6,2 Dirasakan di Sulawesi Tengah, Gorontalo Hingga Kalimantan Timur

47 Orang Meninggal Dunia dan Ratusan Bangunan Rusak Akibat Gempa M 7,7 di NTT

Gempa Kuat M 6,2 di Pesisir Teluk Tomini Guncang Sulawesi Tengah dan Gorontalo

Dalam Sehari Indonesia Diguncang Gempa Sangat Kuat di Laut dan Darat Berjarak 3.000 km

Indonesia Rocked by Very Strong Earthquakes at Sea and on Land 3,000 km Apart in a Single Day

Next Post
Penambangan Pasir Mengakibatkan Degradasi Lingkungan

Penambangan Pasir Mengakibatkan Degradasi Lingkungan

TERBARU

462 Buildings Damaged and 47 People Dead Following Magnitude 7.7 Earthquake in East Nusa Tenggara

Gempa NTT,  462 Bangunan Rusak, 47 Orang Meninggal Dunia

Sejumlah Fasilitas Pendidikan Rusak Akibat Gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur

Gempa Teluk Tomini M 6,2 Dirasakan di Sulawesi Tengah, Gorontalo Hingga Kalimantan Timur

47 Orang Meninggal Dunia dan Ratusan Bangunan Rusak Akibat Gempa M 7,7 di NTT

Gempa Kuat M 6,2 di Pesisir Teluk Tomini Guncang Sulawesi Tengah dan Gorontalo

AmsiNews

REKOMENDASI

Setara Badai Kategori 2 Topan Nesat Bawa Hujan Lebat di Pulau Hainan dan Vietnam

Ratusan Orang Dibunuh, PBB Menyerukan Perlindungan Bagi Pembela Lingkungan

Virus Corona, 92.8 Persen Responden Setuju Karantina Wilayah

Longsor Menewaskan 3 Warga Lumajang, 3 Hanyut di Ogan Komering Ulu Selatan

Tahun 2024 Terjadi 393 Bencana Mengakibatkan 16.700 kematian dan Kerugian US$240 miliar

Kemenhub Tingkatkan Pengawasan Kapal Asing

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.