Darilaut – Hitachi Global Foundation memberikan penghargaan terhadap sejumlah penelitian yang terkait dengan pengolahan air limbah dan riset terkait.
The Hitachi Global Foundation Asia Innovation Award 2020 merupakan penghargaan kepada inovator atas pencapaian luar biasa dalam bidang penelitian & pengembangan sains dan teknologi serta dampak sosialnya dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDG’s).
Penghargaan ini diberikan oleh Hitachi Global Foundation yang memandang ASEAN sebagai representasi dunia sebagai mercusuar harapan bagi umat manusia dalam memperjuangkan keanekaragaman, inklusi, pembangunan ekonomi, dan kelestarian lingkungan.
Hanya universitas dan institusi riset dari 6 negara ASEAN terpilih yang bisa mengajukan aplikasi proposal.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengirimkan 5 aplikasi proposal di mana 2 aplikasi proposal berhasil terpilih menjadi yang terbaik.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperoleh penghargaan untuk kategori Best Innovation Award yang jatuh kepada Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih, Dr Ajeng Arum Sari dan Encouragement Award yang diperoleh peneliti Pusat Penelitian Kimia Dr Muhammad Hanafi.
Pemenang Best Innovation Award Dr Ajeng mengatakan, penghargaan ini sebagai momentum bahwa LIPI bisa lebih banyak berbicara di bagian lingkungan. Hasil riset LIPI di bidang lingkungan makin berkembang dan diakui.
Menurut Ajeng, tantangan terberat adalah menyatukan berbagai penelitian menjadi satu skema riset lintas disiplin yang komprehensif dan mampu menjawab problematika lingkungan di Indonesia.
“Saya optimis ini tuh bagus karena kita dari lintas disiplin, tapi seperti bisa memecahkan masalah besar dari monitoring sampai teknologi yang termanfaatkan dan memiliki keuntungan bagi masyarakat,” kata Ajeng, seperti dikutip dari Lipi.go.id, Jumat (6/11).
Adapun 8 penelitian yang menjadi bagian dari Environment Team pemenang Best Innovation Award adalah: (1) Monitoring plastik Sungai Citarum oleh Muhammad Reza Cordoba, (2) Daur ulang limbah plastik dan (3) Pengembangan Bioplastik oleh Muhammad Ghozali dan Dr Eng Agus Haryono, (4) Teknologi enzim untuk pengolahan air limbah oleh Dr Ajeng Arum Sari dan Dr Dede Heri Yuli Yanto, (5) Lutor Nanobubble oleh Dr Anto Tri Sugiarto, (6) Teknologi pengolahan air limbah anaerobik dan (7) Riset Composting Toilet dari Dr rer nat. Neni Sintawardani, serta (8) Floating Treatment Wetland oleh Dr Cynthia Henny.
“Tim mencermati mulai dari monitoringnya hingga implementasi teknologi yang dimiliki oleh LIPI,” ujar Ajeng.
Tahapan seleksi sendiri berlangsung sejak Bulan April 2020 tatkala pengumuman penerimaan aplikasi proposal dibuka.
Masa seleksi kemudian berlangsung pada Juli hingga Agustus 2020 dan menghasilkan beberapa kandidat terpilih untuk wawancara secara online pada 1 Oktober.
Hitachi Global Foundation lalu merilis pengumuman pemenang pada 30 Oktober 2020. Peraih Best Innovation Award (2 orang) berhak mendapatkan ¥ 3.000.000, Outstanding Innovation Award (10 orang) sebesar ¥ 1.000.000 dan Encouragement Award (10 orang) sebesar ¥ 500.000.
