Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang berada di Tenerife memimpin tim tanggap darurat, memuji penanganan operasi oleh Spanyol.
Ia mengatakan bahwa proses pendaratan telah dilakukan “dengan baik dan sesuai rencana”.
“Ini adalah kemenangan solidaritas,” katanya, seraya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Spanyol, mitra Eropa, otoritas di Tenerife, dan awak kapal atas koordinasi dan kerja sama mereka selama krisis.
Kelompok penumpang terakhir meninggalkan Kepulauan Canary dengan penerbangan khusus yang telah diatur pada hari Senin, sementara lebih dari 30 anggota awak dan dua petugas kesehatan tetap berada di atas kapal saat kapal melanjutkan perjalanan ke pelabuhan asalnya di Rotterdam, Belanda.
“Yang saya yakini adalah negara-negara akan melakukan segala upaya untuk melindungi warganya,” kata Tedros. “Pedomannya jelas. Isolasi selama 42 hari.”
Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa periode pemantauan yang diperpanjang dimaksudkan untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut, yang dapat menular sejak awal munculnya gejala.
Fase Selanjutnya
Tedros mengatakan operasi tersebut kini telah memasuki fase pemantauan yang lebih panjang. WHO meminta negara-negara yang terlibat untuk memberikan pembaruan mingguan melalui platform Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) tentang kesehatan dan kesejahteraan penumpang dan awak kapal.




