Darilaut – Pesisir dan laut Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, bagian penting dari bentang laut Sulu-Sulawesi yang berada di kawasan Segitiga Karang (Coral Triangle).
Wilayah perairan ini dikenal sebagai habitat penting penyu hijau (Chelonia mydas) terbesar di Indonesia, sekaligus menjadi jalur migrasi berbagai spesies laut bernilai ekologis tinggi.
Menjelang Hari Penyu Laut Sedunia (World Sea Turtle Day) yang diperingati setiap tanggal 16 Juni, Darilaut.id membahas bagaimana memperkuat upaya konservasi penyu di Kabupaten Berau, Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS).
Salah satunya, dengan melakukan pemantauan melalui survei udara. Pemantauan habitat dan populasi penyu ini dilakukan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur dan Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak serta kelompok masyarakat pegiat konservasi.
Dalam kegiatan yang didukung oleh Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE) ini, hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian besar habitat peneluran penyu di Berau masih berada dalam kondisi baik.
Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan pengelolaan kawasan konservasi berbasis ilmu pengetahuan dan partisipasi masyarakat.



