Rabu, Juli 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

redaksi
15 Juli 2026
Kategori : Berita, Konservasi, Orca
0
Stop Perburuan Paus dan Lumba-lumba

FOTO: DOK. BLUE PLANET SOCIETY

Praktik ini bertahan sebagian besar karena lokasi komunitas yang terpencil, pejabat lokal yang simpatik yang diam-diam mentolerirnya, dan keengganan pihak berwenang untuk memprovokasi konflik dengan menegakkan hukum secara keras.

Pemerintah Indonesia belum memperjuangkan kasus Lamalera secara internasional, juga tidak membuat pengecualian hukum di dalam negeri.

Akibatnya, Lamalera hidup dalam ketidakpastian hukum. Sebuah tradisi yang dipraktikkan secara terbuka, namun secara formal dinilai ilegal.

Hasil yang kontras ini menunjukkan bagaimana sikap negara dapat memperkuat atau mengikis legitimasi praktik-praktik masyarakat adat.

Di Kepulauan Faroe, inklusi hukum proaktif dan advokasi negara telah memungkinkan praktik perburuan paus lokal untuk bertahan meskipun mendapat kritik internasional yang berkelanjutan.

Di Indonesia, tidak adanya pluralisme hukum yang berarti telah membuat Lamalera terpinggirkan: praktik tersebut bertahan melalui ketahanan lokal dan toleransi diam-diam, namun tetap rentan terhadap kriminalisasi mendadak.

Dalam riset ini, peneliti berkesimpulan, antara lain, kasus Lamalera menunjukkan bahwa konservasi paus yang berkelanjutan dan tata kelola kelautan yang adil di Laut Sawu hanya dapat dicapai melalui kerangka hukum plural yang berlandaskan keadilan lingkungan.

Halaman 4 dari 5
Sebelumnya1...345Selanjutnya
Tags: Dr. Alexander AurFaroeKonservasi PausLamaleraPerburuan PausSea Sepherd
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

Next Post

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Postingan Terkait

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

15 Juli 2026
448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

15 Juli 2026

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Lebih Dari 3 Juta Orang Dievakuasi Akibat Topan Bavi di Cina

Next Post
448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

TERBARU

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Tropis Anika Berpotensi Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Indonesia

Pemerintah Diminta Mengusut Awak Kapal Perikanan Indonesia yang Meninggal di Pakistan

Resistensi Antimikroba Ancaman Kesehatan Global

Bibit Siklon Tropis 98W Diperkirakan Meningkat Secara Bertahap

Hiu Paus Menetap Sementara di Perairan Botubarani

Pekan Ini Banjir Melanda Sulawesi Tengah dan Jawa Barat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.