Sebelumnya, prediksi JTWC, apabila intensitas Muifa akan terus meningkat dan mencapai 215 km per jam (115 knot) dalam dua hari, aliran kemudi di sekitar sistem menjadi sangat mirip dengan Hinnamnor dan dengan hasil yang serupa.
Dalam Buletin PAGASA (Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration atau Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina) yang dikeluarkan Sabtu pukul 11.00 waktu setempat, intensifikasi lebih lanjut hingga Minggu atau Senin saat Inday bergerak ke arah barat laut di atas Laut Filipina.
Namun, perairan yang sedikit lebih dingin di timur Taiwan dan perkiraan periode perlambatan di wilayah laut ini dapat mengakibatkan tren pelemahan yang dimulai pada hari Senin atau Selasa.
Hingga Sabtu, Badan Meteorologi Jepang, Japan Meteorological Agency (JMA) menginformasikan kondisi aktual pukul 15.00 waktu setempat, Muifa dengan kekuatan angin topan yang kuat berada pada posisi 21.1 N – 125.8 E.
Arah perjalanan Mufia barat-laut dengan kecepatan 15 km per jam (9 knot) dan tekanan udara pusat 970 hPa.
Area badai sistem ini dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di seluruh area 95 km (50 NM) dan angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di utara 280 km (150 NM) dan selatan 220 km (120 NM), menurut JMA.





Komentar tentang post