Peringatan puncak HKAN 2020 disertai dengan aksi nyata berupa penanaman mangrove dan pelepasliaran satwa yaitu tekukur 25 ekor, perkutut 25 ekor, jalak kerbau 20 ekor di area Bontang Mangrove Park.
Menteri LHK juga memberikan Anugrah Konservasi HKAN kepada 19 orang atas prestasinya dalam menjaga alam.
Selain itu, terdapat pula 16 orang yang menerima penghargaan atas kontribusinya dalam pengelolaan Kawasan konservasi dari Dirjen KSDAE, Wiratno.
Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mendukung penuh peringatan Puncak HKAN Tahun 2020 yang digelar di wilayahnya.
Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan, hutan Kalimantan merupakan paru-paru dunia yang harus dijaga. Kalimantan Timur juga salah satu yang terbaik dalam upaya menurunkan emisi Gas Rumah Kaca.
“Yang paling penting, alam harus tetap kita jaga di tengah pandemi ini. Karena sebetulnya vaksin Covid-19 paling tepat untuk saat ini yaitu dengan pola 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” ujar Gubernur.
Gubernur mengharapkan agar peringatan HKAN 2020 dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat Indonesia dan juga dunia internasional.
“Karena Kalimantan adalah paru-paru dunia. Artinya manfaatnya sangat baik dan luas bagi seluruh dunia. Kita jaga alam, kita syukuri apa yang diberikan Tuhan kepada kita. Tahun ini doa kita dikabulkan terutama di Kalimantan, karena saat musim panas tiba justru Kalimantan diberi hujan, artinya alam membantu kita untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan,” kata Gubernur Isran.





Komentar tentang post