Sementara itu, wilayah ini sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim, yang mengancam manusia dan satwa liar. Spesies migrasi seperti macan tutul salju beradaptasi dengan mengubah pergerakan dan penggunaan habitat mereka, yang dapat membuat Kawasan Lindung yang ada menjadi tidak efektif.
Sebagai bagian dari proyek ‘Mamalia Asia Tengah dan Adaptasi Iklim’, UNEP mendukung Republik Kirgistan dalam menciptakan koridor ekologi baru seluas sekitar 800.000 hektar yang mempertimbangkan dampak iklim di masa depan dan dapat dihubungkan dengan kawasan lindung di negara lain di masa mendatang.




