Peneliti Pusat Riset Oseanografi BRIN, I Wayan Eka Darmawan, mengatakan fungsi lain pada fitur ini dapat memberikan pengalaman baru bagi pengguna MonMang untuk mengetahui sebaran spatial dan temporal dari beberapa nilai analisis yang disajikan seperti: MHI, Karbon Stok, dan indeks vegetasi fungsional.
Kemudian, ada juga fitur Learning Centre. “Fitur untuk pemula, non-expert personel, citizen scientist, journalist, anak sekolah, mahasiswa dan masyarakat umum yang berisikan materi edukasi pengenalan hutan mangrove,” ujar Wayan Eka.
Setelah peluncuran MonMang v2.0 kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan Mangrove Monitoring International Training “Regional Training and Research Center on Marine Biodiversity and Ecosystem Health” (RTRC-MarBEST).
Kegiatan ini akan diikuti oleh sekitar 40-an ilmuwan muda dari berbagai negara, yang dilakukan secara daring melalui Learning Management System (LMS).





Komentar tentang post